Thursday, November 15, 2007

Gay dan lesbian dalam pandangan Islam : sebuah pemaparan dari Farid Muttaqin, di Women Center

Reported by Nelly Martin

Jumat, 2 November 2007 di Baker Room 233, Farid Muttaqin, presiden PERMIAS, mempresetasikan makalahnya yang bertema “Observing the Islamic Theological Context: Contemporary Indonesian Muslim Feminist Agendas toward Recognition of Gay and Lesbian Rights”. Presentasi tersebut dilakukan memenuhi undangan dari Women Center di Ohio University.

Farid memaparkan bahwa seharusnya dilakukan pengkajian lebih jauh terhadap hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan gay dan lesbian. Menurut pendapatnya hukum dalam agama Islam cenderung bias gender. Memahami Alquran haruslah kontekstual sesuai dengan zamannya, Farid beragumen. Agama seharusnya memberikan pembebasan bagi ummatnya tanpa ada diskriminasi. Jika agama telah kehilangan fungsinya sebagai pembebas, maka lebih baik diperbaharui atau ditinggalkan.

Topik ini mendapat perhatian khusus dari segenap civitas akademika di OU sampai-sampai ruangan acara penuh dengan audience. Bahkan kursi yang disediakan tidak cukup menampung peserta yang hadir. Banyak sekali pertanyaan dan tanggapan yang diajukan setelah Farid selesai memberikan presentasinya. Secara keseluruhan, bagi saya pribadi, that session was thought-provoking, indeed. At least, it made me ponder what is religion fo me and how I have comprehended so far.

2 comments:

Anonymous said...

jadi kesimpulannya apa ni? kok ga jelas isi dari artikel nya? bisa ga dibagi detailnya?

Anonymous said...

women are made for men,,
and men are made for women...
not all we can do on this world,,
before you commenting on something sensitive,,
make sure you know deeply and do research about that...