Here is the video on youtube:
http://www.youtube.com/watch?v=m5ix1t0TE4k&eurl=http://video.aol.com/video-detail/athens-middle-school-student-perform-saman-dance/3891489824
Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat - Indonesian Students Organization
Hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa Arin mendapat kemenangan mutlak dengan perolehan 13 suara (41.94%). Selanjutnya para kandidat dari partai PIMJY (Partai Ibu2 Muda Jablay..), yang disebut-sebut paranormal terkenal, Jokondo-kondo, akan akan ketiban pulung, bersama-sama menempati urutan kedua dengan perolehan maisng-masing 5 suara (masing-masing 16,13%). Urutan suara ketiga ditempati oleh Adilla (2 suara/6,45%) dan disusul Gugun (1 suara/3,23) pada urutan ke empat. Sesuai peraturan KPU (singkatan dari : Komite Pemilihan Un-line – pokoknya dipas-pasin aja yach!), berhubung ada tiga kandidat yang memperoleh jumlah suara sama, maka akan diadakan pemilihan lagi untuk menentukan wakil presiden Permias, kelak dikemudian hari.
Menurut para pengamat politik di Ohio University seperti Bill-Farid, Bill-Chozin dan Bill-Gedel, pemilu Permias kali memang benar-benar lebih demokratis dari pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan menggunakan sistem pemilu online melalui mailing-list, para pemilih benar-benar terjaga privasi dan independensinya. Hal senada juga diungkapkan oleh sejarawan muda didikan Bill Frederick: Bill-Soni. Menurut Bill-Soni, meskipun calon dukungannya hanya jadi underdog, dia tetap akan mendukung presiden terpilih karena pemilunya dilakukan secara demokratis.
Adrian Budiman, ketua KPU yang menjadi desainer sistem pemilu online kali ini, juga mengiyakan pernyataan para pakar (Pakar = apa-apa dibuat sukar) dan para calon botakwan di atas. Menurutnya, sistem Pemilu Permias memang semakin lama semakin rapih. “Dulu, kalau mau pergantian pengurus kita suka main tunjuk-tunjukkan: kamu ketua ya ! kamu wakil ketua ya..!; dulu nggak ada sistem pemilu seperti sekarang ini”, ungkapnya. ”Sudah saatnya Permias diurus oleh generasi muda yang lebih rapih, visoner dan enerjik”, imbuhnya. Sebagai orang yang tidak lama lagi akan meninggalkan OU, secara pribadi ia juga ingin mewariskan susuatu yang ”bagus” kepada generasi penerusnya; salah satunya berupa system pemilu baru ini.
Secara terpisah, kami berhasil menghubungi presiden terpilih, sesaat setelah proses penghitungan suara selesai. Dalam wawancara telepatiya (karena kebetulan beliau sedang di alam lain, alam tidur !), Arin, yang bernama lengkap Dyah Ariningtyas HP (uh,...namanya panjang benget – ngabis2 tinta luh...!; HP-nya singkatan dari apa seh?, yang jelas bukan HandPhone khan...:), sempat mengungkapkan keterkejutannya atas berita terpilihnya dia. Menurutnya, berbagai konspirasi bersandi seperti 402, IC, Pink, dan sebagainya turut bermain dalam ”menjebak” dia menjadi presiden. ”Tapi apa mau di kata, semua sudah terjadi - nasi sudah menjadi bubur (wah...enank dunk?, mbak Mila bikin bubur lagi dunk!) - tinggal saya akan berusaha mengemban amanah sebaik-baiknya”, begitu komentarnya mendengar berita terpilihnya dirinya.
Sementara KPU masih sibuk untuk men-setting pemilu menentukan wakil presiden, semua anggota Permias hari ini kembali disibukkan oleh Persiapan acara Indonesian Dinner yang rencananya akan di gelar nanti malam, Jum'at (24/1/07) pukul 6.30 pm. Semua anggota Permias, termasuk para kandidat president baik yang terpilih maupun tidak terpilih, bekerja bahu-membahu mensukseskan jalannya acara tersebut demi membawa nama bangsa.
Nah, disela-sela persiapan Indonesian ini, suasana di PERMIAS juga sudah mulai memanas dengan semakin dekatnya jadwal waktu pemilihan presiden baru. Sementara Mas Adrian, ketua dan sekaligus anggota merangkap administrator KPU PERMIAS, sibuk mempersiapkan sistem pemilihan on-line, para kandidat naga-naganya juga mulai aktif meng-aproach para calon pemilih. Metode aproach-nyapun bermaca-macam: ada yang cukup menebar senyum politik, ada yang suka ntraktir, dan bahkan ada pula yang mengorganisir pertemuan rahasia. Menurut kabar burung dari para burung di Athens, sudah terendus akan adanya mune’ pulitik. Sayangnya, sampai saat ini, Farid yang sudah deklarasi diri bersedia menerima money politik (untuk persiapan pulang kampung neh..), belum juga ada yang bernafsu membeli suaranya.
Rame-nya lagi, kandidat yang diajukan dalam pemilu kali ini jauh lebih banyak dari pada tahun lalu. Terhitung ada 6 kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi panas, presiden permias. Lebih huebat lagi, mayoritas kandidat adalah perempuan (hanya 2 yang laki-laki). Ini pertanda memang sudah saatnya wanita yang memimpin. Berikut ini adalah profil para kandidat permias tersebut. Untuk menghindari bias, profil disusun berdasarkan urutan abjad:
Adila Prasodojo: Gaul Bhooo !!!
"Adila itu lama panas"- Bunda (Bundanya Adila sendiri)
Nama lengkapnya Adila Prasodjo. Panggilannya Dila. Bisa ditebak dari nama belakangnya yang pakai O, kalau calon presiden Permias yang satu ini berasal dari keluarga terdidik. Makanya, kalau mau punya pemimpin yang berasal dari keluarga terdidik pilih Adila. Kalau gak mau, pilih siapa aja hiii.
Menghabiskan masa kecil di Amerika merupakan modal berharga untuk jadi tenar di lingkungan kampus Ohio University. Soalnya, Dila udah seperti native American (hiii) kalau bicara English. Bahasa Inggrisnya udah nge-slank. Bukan begitu buddy? Gak aneh, kalau Dila punya 136 teman di OU (Facebook, 1/16/2008) dari berbagai latar belakang agama, negara, ras, jenis dan bentuk kelamin, dll. Bayangkan kalau dia berhasil minta sumbangan ke tiap temennya sebesar 5 dolar/bulan aja, pasti anggota Permias tidak perlu iuran lagi (Enak kan?). Yang pasti, meskipun tidak dapat sumbangan dari temen-temennya, keberadaan mereka sangat penting untuk mendukung keberhasilan kegiatan-kegiatan Permias.
Sudah setahun lebih Dila berada di lingkungan OU. Berarti sudah lebih setahun pula, Dila menggeluti dunia gaul ala Athens (elu emang gaul kan Dil ?). Maka sangatlah wajar kalau sophomore yang sedang menggeluti Ilmu Komunikasi, Ilmu Psikologi, dan Bahasa Jepun ini, sudah mengenal lebih banyak kehidupan warga OU. Ini akan membuat gampang Permias dalam meminta sumbangan (lho? salah, cut cut), memudahkan publikasi kegiatan-kegiatan Permias. Dila pasti punya cara yang lebih keren untuk mengajak masyarakat Athens dan warga OU menghadairi kegiatan-kegiatan Permias. Kapan lagi Permias punya Presiden gaul?
Brian Arieska: Bisa garing-segaringnya !
”Kayaknya pemilu taon depan partaiku uda banyak member deh....... PIMJY ---- Partai Ibu2 Muda Jablay. Yuuuuuuuuk doain kita menang di pemilu ye....... (Ajeng, Friendster, 11/26/2007 8:17 am)
Tuch khan,......kayaknya jauh-jauh hari kandidat yang satu ini sudah menyiapkan karir politiknya di kerajaan Permias ini dech! Buktinya, (tuch..baca testimony di atas ! jelaskan…?) Mas Brian sudah menyiapkan tunggangan khususnya berupa partai pulitik bernama PIMJY (Partai Ibu-Ibu Muda Jablai Yuuuk). Tak tanggung-tanggung, sang istrilah yang ditunjuk untuk menjadi pemimpin partainya….waw…! Jangankan di Indonesia, di Athens ini aja, PMIJY pasti sudah banyak anggotanya tuch. Barusan, aja Mbak Lina kayaknya juga masuk jadi anggita neh? (J). Eh,...Brian, …bukannya dua orang kandidat president yang lain juga member partai PIMJY? J
Lebih lanjut, kandidat ini juga gemar olah raga loh !, terutama sepak bola. Beliaunya adalah salah satu penguat dari salah tim sepakbola di Athens. Kalau spring quarter, pastilah kita akan sering saksikan mantan bujangan ini beraksi di lapangan hijau dekat River Park. Makanya, warga permias jangan kuatir untuk milis dia ! Pasti Permias akan dibuat sehat jika bersedia memilihnya sebagai president.
Sebagai salah satu dari kandidat cowok dalam bursa president permias, Brian diprediksikan gak bakal kalah garingnya dengan president yang lama. Meski selama ini masih malu-malu meluchu, tapi aura tubuhnya menyiratkan sinar lembayung kelucuan yang tiada tara. So, pilih brian atau atau tidak sama sekali !
Dyah Ariningtyas: Ceria Terusssss…..!!!
“Now I know you are a good cook!” (Ryoko Oi 8:16am 1/14/2008)
Perhatikan kutipan di atas. Sebuah penghargaan langsung dari warga Negara Jepang terhadap calon presiden yang satu ini: Arin. Menjadikannya sebagai satu-satunya calon presiden Permias yang diakui kehandalan masaknya oleh bangsa lain di deapn umum. Meskipun yang dimasak sejak kedatangannya hingga potluck terakhir tetap sama, yaitu martabak, keahlian ini akan sangat bermanfaat untuk perkembangan Permias yang akan dating. Sebagai warga Negara
Arin punya jiwa kepemipinan yang kuat. Belum jadi presiden Permias, Arin sudah sering dituwake oleh anggota Permias dari sayap Beasiswa Unggulan, program beasiswa yang merupakan kerja sama OU dengan
Satu lagi yang penting dicatat dari Arin sebagai capres Permias yaitu pembawaanya yang cerah ceria. Kalau anggota Permias lagi stres dengan assignment atau sedih karena kiriman beasiswa belum sampai, datangi aja Arin, pasti stres dan kesedihan akan hilang seketika. Masih ingin bersedih dan stres ? Jangan pilih Arin! Mau cerah ceria dan bahagia? Pilihan Arin ! Gitu aja kok repot………..
FK Fitria Kurniasih: Full of Luv…
“….no one of us is as strong as both of us-with love” [abi], (RATRI friendster, 10/14/2007 2:32 am]
Cinta itu memang dahsyat dan agaknya cinta itulah yang akan menjadi jargon utama FK untuk mempimpin Permias ke depan. Baca testimony di atas khan? Coba dech…diucapin keras-keras ! susah khan? Itu kiriman dari si mantan pacarnya FK yang pake inisial Ratri. Nah,…begitulan kira-kira tantangan permias ke depan, berbagai kesusahan akan meradang-menghalang. Tapi, jangan kuatir, kekuatan cinta FK akan menerjang-terjang menghadang segala penghalang.
Selain itu, sifatnya yang supel (suka pel-empuan?) menjadi nilai tambah tersendiri buat FK untuk maju menjadi kandidat presiden. Tak heran jika saat ini temannya sudah bertaburan di seantero OU, meskipun si doi masih tergolong mahaiswa baru. Tak jarang, orang dibuatnya kecelik kalau ternyata dia sudah menjadi istri dari seorang suami.
Olah raga?.... jangan salah, beliaunya hobi banget renang tuch..! makanya, kalau FK jadi presiden, dijamin seluruh warga permias suehat wa-apiatz dech…! Salah-salah permias akan punya sekretariat baru yang super buesaar, yaitu Aquatic center atau Pink center. Lebih seru lagi, ada kemungkinan Permias bakalan punya secretariat bawah air…pa gak seru tuch…! Dan satu lagi,....FK salah satu penggemar Donkey kafe!
Gugun Gunardi: Cool Abiiis Bo’!
“…belum kenal lama si tapi orangnya asik juga, good luck yah... (EKA, Friendster, 05/16/2007 12:58 am).
Ya betul,…. meski agak pendiam (kalau lagi tidur maksudnya), orangnya asik juga. Selain asik dirgauli, kayaknya doi asik juga untuk dikerjain....(soale gak gampang marah). So, kalo Kang Gugun jadi president, permias bakalan damai dunia akhirat...peace..peace..peace...! Abis, selain sikapnya yang cool (bukan cool-ang ajar loh..!) banget, dari air mukanya, kayaknya AA’ Gugun juga rajin sembahyang dan suka ke mesjid (jadi ingat, para sopir yang juga suka ke Mesjid utk numpang pipis he he he).
Olahraga? naga-naganya sich, doi gemar banget sepak bola neh..!, (tapi hanya sebagai penonton). Tapi gak masalah, yang jelas, sebagai penggemar olah raga, AA’ Gugun pasti bakal support benget untuk bikin anggota permias sehat.
Trus, pria lajang berdarah peralihan antara Sunda dan Jawa ini memang cocok banget jadi president. Wataknya yang kalem dan tidak suka menonjolkan diri (elu memang gak punya sesuatu yang menonjol khan..?) akan menjadikan permias tempat yang bagus untuk berkembang bagi para anggotanya. Sebagai pemimpin, AA Gugun pasti akan mendahulukan kepentingan anggota dari pada ambisi pribadi. Tul gak Gun?
Nelly Martin: Super Duper Kotchak !
“Mama Nel,....Happy New Year ya...Salamin buat papa leskoy juga..hehe
iya mama maafkan aku.........luv u…” (KaRdI, friendster 01/3/2008 7:59 pm).
Membaca testimony friendster di atas, pembaca pasti sudah menduga seberapa dalam sikap keibuannya. Ya,…kandidat president ini memang sangat keibuan (tapi tidak kesebelasan loh…!), makanya sangat cocok jika dipilih menjadi ketua permias. Anak-anak permias pasti akan merasa at-home di Athens karena dipimpin oleh seorang ibu.
Jangan lupa, sikap keibuannya sama sekali tidak mengurangi keceriannya loh..! Auranya yang dilingkupi warna kelucuan semakin sempurna dengan kemampuan ngebanyolnya yang tiada tanding tiada banding. Jika dilakukan voting, siapa yang paling lutchu di antara penduduk Indonesia di Athens ini? Jawabannya pasti Nelly.
Tambah lagi, selama ini kita dah terlanjur banyak hutang jasa karena selalu memakai rumah Nelly sebagai tempat party (wah,..itu bukan dari strategi kampanye khan?). Makanya, bagi yang tidak bersedia milih Nelly, “termasuk dalam golongan orang-orang yang tidak tahu diri” (q.s. Surat Al-banyol 107). Soal politik uang, jangan salah…Anthony, temen serumahnya yang asisten direktur itu pasti tak segen-segen obral duit receh demi mendukungya !
Demikianlah sekilas profil para kandidat presiden PERMIAS. Adapun jadwal lengkap seluruh proses pemilu adalah sebagai berikut: 12-18 Januari 2008; masa kampanye 19-24 online voting; 25 Januari 2008 Serah terima jabatan pada acara Indonesian Dinner.
Menurut ketua KPU, Adrian Budiman (watchout KPK !! nanti bisa ketangkap bassah), tanggal 19, email akan dikirim dari dari forum Permias dengan link untuk voting online dengan setiap account hanya bisa milih satu kandidat. Selama voting berlangsung, pemilih bisa login ke milis Permias dan melihat hasil perhitungan suara secara real-time. Perlu diketahui, bahwa perhitungan suara dilakukan secara otomatis oleh sistem, dan tidak ada campur tangan moderator. Voting akan ditutup tanggal 24 dan sistem akan mengirim hasil ke semua anggota. Suara terbanyak akan menjadi ketua Permias baru. (chz/frd)
Acara penutupan akhir tahun itu semakin meriah dengan adanya saling tukar kado tahun baru. Setiap peserta datang diwajibkan membawa kado tahun baru yang dibungkus dengan kertas koran. Kado harus bernilai antara $5-$10 dan di dalamnya diiberi pesan secara khusus. Tiga puluh menit menjelang pukul 00.00, kado dibagi-bagi sesuai dengan urutan nomor yang tertera. Setiap peserta secara random mendapatkan kado tahun baru dari orang yang berbeda. Kado tersebut juga disertai dengan kalimat-kalimat penyemangat menyambut tahun baru.
Akhirnya acara penghitungan detik-detik terakhir menyambut tahun dilakukan secara bersama-sama. Pas pada datik terakhir, bersamaan dengan Caesar, mahasiswa dari Timor Leste, membuka tutup botol sampanyenya, beberapa mahasiswa yang anti-alkohol juga turut minum air putih dan jus sebagai tanda dimulainya tahun baru.
“Selamat tinggal tahun 2007, selamat datang tahun 2008."
Kemarin adalah kenangan; saat ini adalah kenyataan; dan besok adalah harapan."
"Beruntunglah bagi orang yang hari ini lebih baik dari kemarin, dan besok lebih baik dari pada hari ini.”
Dilaporkan oleh Chozin
Boston, 1 Januari 2008. Seorang alumni Permias Athens, Sukidi Mulyadi, mendeklarasikan berdirinya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah di Amerika Serikat. Acara deklarasi dilakukan di Somerville, Boston dengan dihadiri oleh sekitar 30-an orang anggota Muhammadiyah dan anggota Muhammadiyah. Hadir sebagai penceramah Muhammad Ali, kader Muhammadiyah yang juga Assistant Profesor di University of California at Riverside. Sementara doa penutup di dibacakan oleh Ulil Abshar Abdalla, kader NU yang juga pendiri JIL.
Acara deklarasi juga disambut baik oleh IMSA (Indonesian Muslim Student Association in America), organisasi komunitas muslim Indonesia yang sedah lama eksis di AS, dengan membroadcast acara secara langsung di radio internet milik IMSA (http://imsa.us/).
Sukidi adalah alumni jurusan Southeast Asian Studies, Ohio University tahun 2004. Sikapnya yang humoris menjadikannya banyak dikenang oleh kolega-koleganya di Ohio University. Kini beliau masih studi PhD di Harvard Univeristy (chz).
Hampir seluruh warga Permias menyempatkan hadir dalam acara tersebut, termasuk mahasiswa dari beberapa Negara lain. Termasuk dalam daftar tamu yang hadir adalah si lincah, Amira Savitri (7). Tak ayal lagi, putri bungsu keluarga Adrian-Tiwi tersebut malah menjadi bintang acara. Gayanya yang khas sebagai “anak Amerika” disertai kelincahan dan kelucuannya menjadikan hiburan tersendiri bagi tamu yang hadir malam itu.
Selesai pemotongan kue ulang tahun, acara dilanjutkan dengan menonton bersama program discovery channel yang malam itu menampilkan tayangan khusus yaitu “the Last Standing Man”. Mengapa khusus? Karena tayangan itu menampilkan perjalanan para jago-jago tarung Amerika yang berguru ke Jawa Barat untuk belajar ilmu pencak silat dan sabung dengan pendekar lokal di sana.
Foto-foto acara bisa dibuka di: http://www.flickr.com/photos/adrians/2129027992/in/photostream/
Athens, 19 Desember 2007
Apa yang dilakukan para mahasiswa Indonesia di AS saat lebaran kurban? Tentu jawabannya bukan menyembelih kurban. Di Athens, meskipun hari raya kurban, tak ada kambing atau sapi yang disembelih. Selain karena memang dilarang menyembelih hewan di tempat publik, binatang yang akan disembelih juga tidak ada. Kegiatan lebaran kurban kali ini paling sekedar datang ke masjid (Islamic Center) untuk sholat ied, habis itu pulang ke apartemen masing-masing.
Beruntunglah, seperti pada lebaran iedul fitri, keluarga Pak Yojo mengundang semua warga permias untuk makan-makan di rumahnya. Meski tanpa daging kambing atau sapi, acara makan-makan setidaknya mengobati rasa kangen akan Indonesia. Santapan opor ayam dengan ketupat menjadi pengganti suasana ied ala negeri sendiri
Berdasarkan info dari Winn@ (Ohio ‘06)
Surakarta, 8 Desember 2007
Setelah lama hidup menyendiri di bumi Amerika, akhirnya sdri. Lina Kurniasih Himawan, atau lebih akrab dipanggil Mbak Lina resmi melepas masa lajangnya dipangkuan seorang pangeran bernama Airlangga Dermawan (Angga). Demi mengemban misi tersebut, jauh-jauh hari, tepatnya November lalu Mbak Lina secara khusus terbang dari Ohio, AS menuju ke Solo, Indonesia.
Acara pemberkatan dan peneguhan pernikahan berlangsung secara khidmat pada hari Sabtu, 8/12/2006 pukul 16.00 di GKI Sangkrah, Solo. Selanjutnya, acara perjamuan dilangsungkan di restaurant Orient pada pukul 19.00 WIB dengan sajian menu pembuka bebek panggang (wuih lezaatnya!). Beberapa alumni PERMIAS Athens secara khusus turut datang memeriahkan acara tersebut, diantaranya: Pdt. Daniel Harahap (Jakarta), Eski (Jakarta), Erda (Banjarmasin), Anis S (Semarang), Elis Anis (Yogyakarta) serta Winna dan Maru ‘n partner dari Bandung. Lebih seru lagi, mereka bahkan sempat secara khusus menyumbangkan lagu untuk mempelai berdua di hadapan hadirin.
Bagi alumni PERMIAS Athens, acara tersebut juga menjadi ajang reuni. Mereka yang kini tinggal di kota-kota berbeda bisa berkumpul lagi sambil mengenai masa-masa indah saat aktif di PERMIAS Athens, Ohio. Kita tunggu undangan pernikahan selanjutnya yang menurut desas-desus bakalan disebar dari kota Semarang (^-^).
Foto-fot acara: Pernikahan Lina
Athens, 9 Desember 2007
Bandung (11/11/2007), Dua orang Profesor dari OHIO University Amerika meluangkan waktu untuk melakukan observasi perkembangan pendidikan di Indonesia khususnya yang terkait dengan pendidikan bagi guru. Didampingi oleh Ibu Esti Dinar Napitupulu dan Bapak Gogot Suharwoto (Ditjen PMPTK), Prof. Josep Rota dan Prof Sandra Turner bersama Bapak Harris Iskandar (Atase Pendidikan dan Kebudayaan) Washington DC menemui Rektor Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung untuk melakukan pembicaraan awal guna menjalin kerjasama.
Diterima oleh Prof. Furqon, Ph. D (Direktur Pasca Sarjana UPI) dan Publik Relation UPI, Bapak Dadang di ruang kerjanya, membicarakan kemungkinan kolaborasi program master dan doktoral antara 2 universitas tersebut. Karena Ohio University sedang mencari Fakultas Ilmu Kependidikan dan Pusat-pusat Pelatihan Guru untuk mengembangkan program seperti kursus-kursus dengan melakukan kombinasi-kombinasi tatap muka sehingga mahasiswa tidak harus terbang ke Amerika. Bisa saja pada liburan musim panas para Profesor akan hadir melakukan tatap muka di Indonesia, khususnya bagi guru-guru SD agar tidak meninggalkan tugasnya.
Program lain yang dibicarakan adalah Pertukaran Tenaga Kependidikan dari OHIO University dengan Universitas Kependidikan di Indoensia (UPI). Para tenaga pengajar ini akan berpartner untuk mengembangkan strategi mengajar bersama dengan demikian akan ada pertukaran bahasa dan budaya antar keduanya yang akan memperkaya nilai pendidikan itu sendiri. Untuk itu memang dibutuhkan pusat-pusat pelatihan yang mau bekerjasama dengan OHIO University.
Sebagai salah satu perguruan tinggi ilmu kependidikan di Indonesia, UPI diharapkan dapat melakukan kerjasama bersama dengan LPTK – LPTK yang lain di Indoensia untuk segera melakukan kolaborasi program dengan OHIO University, dengan demikian para guru dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk meningkatkan kompetensinya sesuai dengan aktifitas guru. (Penulis : Yulie Feizal/Setditjen)

Sabtu, 17 November 2007
Mas Adrian mengundang teman-teman yang akan mengikuti black friday untuk mengadakan rapat koordinasi (rakor) di Front Room Baker Center. Rakor ini dihadiri oleh Sony, Chozin, Brian, Gugun, Dana, Ita, Tsuy, Niken, dan Ahlul. Dalam rakor ini Mas Adrian menjelaskan apa-apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengikuti black friday dan barang-barang apa saja yang merupakan favorit dalam black friday. Dalam rakor diputuskan bahwa ada dua tempat yang menjadi target sasaran black friday, yaitu Circuit City di Parkersbrough dan Staples di Athens. Akhirnya diputuskan yang akan pergi ke Circuit City adalah Adrian, Sony, Mas Chozin, Gugun, dan Brian. Sedangkan lainnya akan pergi ke Staples.
Selasa, 20 November 2007
Tim Circuit City melakukan survey langsung ke lokasi, Circuit City, Parkersbrough. Sekaligus membeli perlengkapan perang, seperti kursi, thermal clothes, termos, jaket, dan hand warmer.
Rencana awal berubah. Seluruh Tim yang terdiri atas Mas Adrian, Mas Chozin, Brian, Gugun, Tsuy, dan Ahlul, akhirnya menuju ke Staples, Athens. Pukul 08.00 pm, Tim berangkat menuju lokasi. Sampai lokasi sudah ada tiga orang teman Mas Adrian, yaitu, Calisa, Adel dan anaknya. Plus Bu Yojo dan Irham. Total Tim yang mencari laptop di Staples ada sebelas orang. Setelah mengatur formasi, maka dimulailah penantian dan "perjuangan" menunggu toko buka besok pagi. Pukul 11.30 pm, dua orang mulai datang menambah daftar antrian.
Jum'at, 23 November 2007,
01.00 am, jumlah antrian mencapai sekitar 15 orang. Beberapa orang datang dengan teman atau keluarganya, namun ada juga yang datang seorang diri. Sandra dan Fk datang menyusul Tim yang telah lebih dahulu tiba.
02.00 am, suhu bertambah dingin. Merurut ramalan cuaca suhu terendah pada malam itu mencapai -4 derajat Celcius. Beberapa orang mulai tertidur dan menutup seluruh tubuhnya.
04.30 am, pegawai Staples mulai berdatangan dan mulai membangkitkan semangat orang-orang yang mengantri. Tim memutuskan untuk merapikan seluruh peralatan perang dan bersiap-siap untuk "serangan utama".
05.00 am, pegawai Staples membagikan selebaran dan memberikan beberapa arahan dan pengumuman. Saat itu juga diumumkan bahwa untuk laptop (best deal) hanya tersedia 11 buah. Jumlah tersebut sangat tepet dengan jumlah Tim yang memang sengaja menunggu untuk memperoleh laptop (best deal). Beberapa orang tampak kecewa karena jumlah laptop murah yang ditawarkan sangat terbatas. Bahkan ada yang meninggalkan Staples. Akhirnya seluruh anggota Tim memutuskan untuk membeli barang yang diinginkannya. Mayoritas, anggota Tim membeli laptop (best deal) dan printer. Meskipun banyak juga yang membeli portable hard drive, GPS, speaker, memory, dan lain-lain. Jumlah pengantri saat itu mencapai sekitar 50 orang. Jumlah ini masih sangat sedikit jika dibandingkan jumlah di Circuit City yang menurut laporan Mas Rudi mencapai 200 orang.
06.00 am, Staples buka dan semua orang menuju petugas untuk meminta tiket yang sesuai dengan barang yang akan dibeli.
07.00 am, perjuangan telah selesai. Masing-masing anggota Tim sudah memperoleh barang-barang yang diinginkannya. Tim merasa sangat puas karena perjuangan selama satu malam melawan dingin, lapar, dan dahaga terbayar tuntas.
Intinya, black friday adalah pengalaman yang menurut Ahlul (peserta termuda) merupakan culture experience. Jika di Indonesia ada uji nyali, yaitu menguji keberanian seseorang untuk tinggal semalaman di tempat angker, di Amerika ada Black Friday untuk menguji keberanian seseorang untuk begadang semalaman untuk mendapatkan barang murah.
Link Foto-foto Black Friday: http://www.flickr.com/photos/

Nov. 8, 2007
By Stephen McKean
Long proud of its record in sending students abroad to pursue education, adventure and research, the Ohio University community took time Wednesday to commend the international students whose many accomplishments bring them to Athens.
President Roderick J. McDavis welcomed 73 award-winning scholars from 32 countries to an event in the Walter Hall Rotunda and praised them for "contributing so much to the excellent national and international reputation of Ohio University."
Sponsored by the Center for International Studies, International Student and Faculty Services, Phi Beta Delta and the Office of International Affairs, the event highlighted Ohio University's place as a prime destination for exceptional students from around the globe.
Coming from countries as diverse as Tanzania, China, Chile, Vietnam and Latvia, the students are pursuing degrees here on grants and scholarships from major academic foundations. Along with 17 Fulbright Foreign Student Fellows, the scholars attend with support from the Ford Foundation, Afghan Merit Scholars, AMIDEAST, Bolashak Scholars (Kazakhstan), LASPAU (Latin America), Muskie Scholars (countries of the former Soviet bloc), Beasiswa Unggulan (Indonesia) and Ping Scholars (Japan) programs.
Enrolled in 25 different academic programs ranging from physics to fine arts (with some of the more popular programs being international development, linguistics and telecommunications), each of the students chose Ohio University based on its strong reputation in their chosen field of study.
Sven Torsten Latzke, a Fulbright winner from Germany, said he came to the university because of its much-acclaimed film school. While at first needing "some time to get used to Athens because it is so small" compared to his native Stuttgart, Latzke said he has grown quite comfortable here and is more than pleased with his program.
"I am happy with the professors and especially with the other students," the future cinematographer said. "We have a very intense program."
On the importance of studying overseas, Latzke said, "It's very important (to) live as a foreigner in another country, that you experience what it's like to not (use) your native language."
Muhammad Chozin, a Ford Foundation winner from Indonesia and treasurer of the International Student Union, echoed those sentiments.
"It's a wonderful university," said the graduate student in Southeast Asian Studies. "People come here from many different cultures, many different backgrounds ... and we learn with each other about (our) differences. It's a very good place to build new relationships (for) the future."
Chozin, who is interested in environmental issues, said he feels right at home in Athens. "It's quiet, and everybody is nice," he said. "Athens is a good place for people concerned about the environment."
Associate Provost for International Affairs Josep Rota said the presence of so many distinguished scholars is invaluable to the university. "It is one of the things that makes us unique," he said, "and is one of the things we value very, very highly."
After Wednesday's gathering, Krista McCallum Beatty, interim director of International Student and Faculty Services, said Ohio University's reputation as a welcoming community for international students is well known.
"This fall, we had campus visits from representatives of the Fulbright program and Ford Foundation, and both programs view Ohio University as a great destination for their scholars," she said.
"We really are fortunate. A lot of these students would not be able to come to the U.S. if they did not come through these programs," she said. "They come for the academic programs, and the welcoming international community just enhances their experience."